January 31, 2017

Nobody's Favorite and the Ultimate Bad Boy

Dan dua orang kakak adik bernama Aldebaran dan Harris Risjad telah mengubah semuanya.

Suatu hari ditahun 2015 gue ke gramedia, dengan harapan menemukan novel baru yang jalan ceritanya unik dan anti mainstream. Gue adalah orang yang kalau milih novel itu bisa lama banget, muter-muter rak bagian novel berulang kali sampai gue ketemu dengan satu novel yang menurut gue saat itu worth to buy. I love being in a bookstore. I could spent my time there for hours. My comfort zone it is.

Rasanya udah lama banget semenjak yang terakhir kalinya gue beli novel dan ceritanya sangat berbekas di hati gue. Dulu ada Sitta Karina, Illana Tan, AleaZalea dan Orizuka dengan novel-novel mereka yang selalu gue pamer-pamerkan ke semua teman sekolah, mempromosikan novel itu sampai mereka akhirnya beli dan baca novelnya. Let me tell you something about them. They were so passionate and put a lot of details on their works. And their story lives.

So, back to 2015. Suatu novel ber-cover biru dengan sebuah sticker merah tertempel di plastik yang membungkusnya menarik perhatian gue. Kalau ngga salah, sticker merah itu bertuliskan 'sold in 11,111 hours'? Pardon my memory but yaa, it sounded like that. Jadi gue ambillah novel itu. Sebuah ilustrasi pesawat yang menurut gue well drawn dan tulisan-tulisan di covernya menarik perhatian gue.

A National Bestseller. CRITICAL ELEVEN. Ika Natassa. Dari penulis bestseller A Verry Yuppy Wedding, Divortiare, Twivortiare & Antologi Rasa.

Hal pertama yang gue pikirkan adalah. " Divortiare bukannya short movie yang ada di youtube ya?". Jadi ceritanya, gue suka banget browsing short movie di youtube dan nemuin satu short movie dengan judul Divortiare dan gue suka banget sama ceritanya. Tapi saat gue nonton itu gue engga tahu kalau ternyata short movie itu adalah adaptasi dari sebuah novel. Saat liat novel berjudul Critical Eleven itulah gue tau siapa penulis ceritanya. Ika Natassa.

In the end i bought it. No need for second and third thought. And the rest of it was me in awe reading it.

***

Namanya Aldebaran Risjad. Simply, Ale, for short. Jujur gue bingung banget sama cowok satu ini. Pekerjaannya tiap bulan adalah pulang pergi Jakarta dan rig, gue yakin dengan pekerjaan dia yang super keren tapi kayaknya membosankan itu (karena terperangkap di rig selama berminggu-minggu) gaji yang ia dapat besar banget dan deskripsi seorang Ale yang ada dibayangan gue adalah cowok tinggi tampan dengan rambut ikalnya, tapi ketika pulang dari rig yang ia dapati adalah istrinya yang nggak sama sekali welcome terhadap kepulangannya. Lebih tepatnya Ale malah mendapati cold shoulder dari istrinya, Anya. Bingung dong gue, penasaran banget. Tapi ya ternyata sesempurna-sempurnanya seorang Ale, ternyata masih dilanda masalah juga. Yang gue salut dari Ale adalah ia mau berubah dan dengan cara apapun mencoba untuk mendapatkan Anya-nya kembali percaya dengannya.

Because he's nobody's favorite before he met Anya.  And he is willing to do anything to get her back.

***

Yang satu ini gue gangerti sih, sebenarnya gue lebih suka Ale jika dilihat dari semua aspek. Ale lebih calm, very positive, rajin banget ibadah, mapan. Tapi tiba-tiba ini cowok tengil satu muncul di tengah-tengah buku Critical Eleven sebagai adik laki-lakinya seorang Aldebaran Risjad. Asking Ale about how can he be so sure about marrying Anya. Dan tiba-tiba gue ketemu lagi dengan dia di novel Antologi Rasa yang baru gue beli akhir 2016.

He is the epitome of troublemaker. Everyone, meet the one and only Harris Risjad. Tokoh fiksi kak Ika Natassa yang sukses bikin cewek-cewek satu Indonesia geleng-geleng kepala tapi can't get enough of him. Gue membayangkan Harris Risjad bahwa dia engga setinggi Ale, punya senyuman yang gue yakin sangatlah charming, but fairly handsome as Ale.

Shockingly, setengil-tengilnya Harris, dia ternyata setia banget dan highly value friendship over everything (Not everything, he screwed up one thing). Dua hal yang sangat gue apresiasi dari seorang Harris Risjad. He's that friend who will be there for you after a 2 a.m. emergency call. Apalagi disini ternyata Harris punya cintanya yaitu Keara. Ngga ngerti gue, he's mad about her. Literally head over heels.

He is the type of bad boy that you can't hate, but love.

***

Anyway, they seems so real for me, that's why i'm making this post. Critical Eleven will also be adapted into a movie, making it more real. I'm so happy when they cast Reza Rahadian as Ale and Refal Hady as Harris. Apalagi Refal yang bener-bener defini Harris, ga ngerti lagi deh gue dia tiap hari insta live, gue bela-belain nonton jam 12 malam nontonin dia.

I don't have big hopes on the movie, the book's already great, but i hope it will be successful as the book. Goodluck to everyone working on the movie and thank you ka Ika for sharing your wonderful story and character. So Hyped!

No comments: