May 27, 2016

The forgetful one who loses her shoes

  

May 16, 2016

Midnight Thoughts



May 7, 2016

New York dan Jakarta

Resah di dadamu dan rahasia yang menanti di jantung puisi dipisahkan kata
Begitu pula rindu. Antara pulau dan seorang petualang yang gila
Seperti penjahat dan kebaikan dihalang uang dan undang-undang
- Rangga 

*
Ada Apa Dengan Cinta, suatu film yang saya yakin tidak akan pernah dilupakan oleh masyarakat Indonesia. Selalu menjadi hype dikalangan anak muda, dan pastinya menorehkan bekas dihati pencinta nya sejak tahun 2002. Saya sendiri pun yang mulai merasakan keterikatan dengan film itu saat SMP, hingga sekarang tidak ada yang bisa menggantikan perasaan dan efek yang diberikan oleh film tersebut. Bukan hanya karena Cinta atau Rangga. Tapi satu kesatuan film tersebut. Rasanya semua elemen yang tergabung di dalamnya begitu pas. Sastra, sinematografi, musik dan drama. 

**
Setelah 14 tahun berlalu dan akhirnya tidak hanya berakhir di pintu keberangkatan airport, cerita Ada Apa Dengan Cinta 2 adalah apa yang terbaik untuk terjadi. Atau mungkin karena saya tidak berharap apa-apa karena... setelah 14 tahun berlalu, plot bagaimanakah yang baik untuk Cinta dan Rangga yang keduanya telah beranjak dewasa?

***
Jika dibilang seharusnya tidak suka dengan laki-laki yang kaku, labil dan misterius seperti Rangga, seharusnya hal yang sama juga bisa dikatakan akan Cinta yang sensitif, perfeksionis dan persisten. Keduanya bagaikan bom yang setiap saat siap untuk meledak. Dari film pertama hingga film kedua, tidak absen dengan pertengkaran keduanya. Dan akhirnya Cinta akan selalu menjadi seorang Cinta. Rangga? Siapa sangka penulis akhirnya semakin menambahkan sense of humour dan jiwa petualang di dirinya. Saya suka bagaimana kedua karakter tersebut berkembang. Karakter keduanya adalah normal selayaknya orang di dunia nyata.

Cerita akan Cinta dan Rangga sangatlah sederhana. Namun, siapa sangka kesederhanaan kisah keduanya ternyata begitu legendaris.

****
Rangga adalah apa yang Cinta butuhkan. Dan Cinta adalah rumah bagi Rangga. Akan selalu menjadi tempat bagi Rangga untuk bersinggah dan dimengerti. Cinta dan Rangga, akhirnya mengalahkan waktu.

*****
Terakhir, saya ingin menyampaikan apresiasi yang besar terhadap penulis puisi pada film ini, entah itu film pertama ataupun yang kedua. Karena telah menyentuh hati saya.

Kata-kata, hanyalah kata-kata bagaimana bisa membuat tangis?

Kadang-kadang, kau pikir mudah mencintai semua orang daripada melupakan satu orang.
Jika ada orang telanjur menyentuh inti jantungmu, mereka yang datang kemudian hanya menyentuh kemungkinan.