November 2, 2013

nostalgia

17 tahun... berlalu... cepat

June 14, 2013

PCY

He is annoying in a good way. Silly wolf. 

June 7, 2013

Once Upon a Time

Ketika Wendy memutuskan untuk melanjutkan hidup di bumi, beranjak dewasa, Peter Pan tidak pernah kembali. Wendy tidak pernah mendengar kabar apapun dari Neverland. Setiap malam ia selalu membuka jendela kamarnya lebar-lebar, berharap akan kedatangan Peter Pan dan Tinkerbell. Wendy selalu menantikan mereka. Merindukan mereka.

Terkadang Wendy mengandai-andai, apa yang seandainya terjadi andaikan ia memutuskan untuk menetap di Neverland. Mungkin ia akan terbang bersama Peter mengelilingi pulau atau bermain bersama para putri duyung di pantai. Atau mungkin ia akan mengusili para perompak dan bersembunyi di awan.

Besok adalah ulang tahunnya yang ke tujuh belas tahun. Pertemuannya dengan Peter sudah 4 tahun berlalu. Apakah Peter tidak tahu betapa Wendy merindukannya? Sekali saja, untuk yang terakhir kalinya, Wendy ingin bertemu. 

Wendy menatap keluar jendela dengan tatapan hampa. Bulan pada malam ini bersinar sangat terang. Tak lupa dengan milyaran bintang yang ikut menghiasi langit. Satu dari milyaran bintang tersebut adalah dimana Neverland berada.

Bintang kedua dari kanan, dan lurus sampai pagi.”

Wendy mengeratkan genggamannya pada jendela kamarnya. Ia tersenyum sedih. Mungkin memang ini saatnya untuk berhenti percaya. Ia harus benar-benar melupakan semuanya. Wendy menutup jendela tersebut perlahan. Ia berhenti sesaat ketika mendengar dentingan jam Big Ben. Tepat pukul 12 malam. Sontak Wendy langsung menatap langit, ia berjinjit. Namun tidak ada apa-apa. Wendy menghela nafas.

“ Ketidakhadiran membuat hati menjadi semakin dekat.” Bisik Wendy. “ Tapi kata ‘selamanya’ merupakan waktu yang sangat lama, Peter. Aku tidak sepertimu. Aku tidak hidup selamanya.”

“ Sampai jumpa.”

Jendela itu tertutup. Begitupula malam-malam setelahnya. Wendy telah berhenti untuk percaya.


May 9, 2013

March 29, 2013

January 24, 2013